DANONE AQUA CERITA DARI BUMI

Mimo sudah lama aku tidak berkangen-kangen dengan kamu, Mimo. Sudah mendekati 8 bulan saja kita berpisah, semenjak dua pulau yang sama dipisahkan oleh pesawat keberangkatanku kembali ke Kota Padang. Aku pikir karena engkau hanyalah seekor kucing belang-belang hitam, engkau tidak bakal kangen sama aku. Dan aku sampai sekarang memang tidak tahu dengan pasti apa seekor kucing benar-benar memiliki perasaan kangen seperti seorang manusia.

Sekarang aku yang kangen Mimo. Sebab itu bakal bercerita saja kepada kamu tentang aktifitas mengunjungi Danone Aqua Kayuaro. Aku bakal ceritakan kepadamu sesuka hatiku. Tentu sesuai dengan suasana hatiku, Mimo. Suasana hatimu aku tidak tahu. Lain waktu jika ada jembatan antara dua pulau dihubungkan lagi dengan bendara yang sama dan engkau masih menantiku di tempat yang sama, tentu bakal ada kesempatan itu.

Hidup hanya sekali di atas bumi, sebab itu hidup yang sekali harus mempunyai nilai bagi kehidupan bumi dengan seisinya. “Membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Endro Wibowo. Ah, engkau tentu tidak tahu siapa beliau, Mimo. Aku tahu Mimo. Endro itu kepala cabang Danone Aqua Kayuaro. Aku taksir umurnya baru kisaran 36 tahun dengan perawakan rambut sedikit ikal, bibir tebal, mata lembut, dan lengkungan tipis di pipi.

Endro Wibowo bercerita tentang masa depan bumi, didampingi Jon Betrit yang mengepalai bidang CSR. “Aqua membangun visi hidup harus bermanfaat bagi banyak orang. Kita melakukan riset ratusan kali sebagai syarat Aqua bisa berdiri, kalau ada riset dan syarat yang belum terpenuhi maka Aqua belum bisa didirikan di suatu tempat. Standarnya standar international di atas dari standar SNI.” Penyampaian yang lembut dan tetas menunjukkan kewibawaan yang hanya dimiliki oleh sedikit orang, omongannya tidak mengintervensi.

Ah, mimo terlalu tinggikah bahasaku Mimo. Mudah-mudahan saja engkau menyimak dengan baik. Dan aku bakal terus bercerita kepadamu untuk melepas rasa kangenku.

Mimo, ada yang sangat menarik bagiku Mimo. Topik yang dibicarakan sangat banyak, mulai dari CSR, bagaimana dana CSR dialokasikan untuk nagari-nagari terdekat, mendukung para pelaku kelompok tani di antaranya pengelolaan stroberi. Bahkan sempat berkunjung ke salah kelompok tani binaan Danone Aqua. Topik yang menarikku bagiku bagaimana Danone Aqua menyipapi plastik. Aqua sebagai salah satu penyumbang sampah plastik terbesar untuk Indonesia. Apa yang Aqua lakukan untuk mengatasi persoalan plastik ini.

“Baju biru yang aku pakai sekarang ini, ini hasil olahan dari plastik aqua. Dan aku sengaja memakai baju kaos ini hari ini untuk menunjukkan kepada rekan-rekan bahwa kita peduli sampah plastik,” ujar salah satu petinggi Danone Aqua.

“Sebagai bentuk kepedulian kita kita kepada plastik, sekarang plastik botol Aqua lebih tipis, tutupnya yang biasa 16 gram, sekarang menjadi 14 gram. Kita melakukan penghematan besar-besaran untuk penggunaan plastik. Bahkan plastik aqua itu lakukan kembali daur ulang dengan teknologi tinggi biar dapat dipergunakan kembali,” ujar Endro Wibowo.

Ah, Mimo, jangan engkau tanya kepadaku tentang historis Aqua Danone, Mimo. Kamu bisa membukanya diyoutube atau website resmi Danone Aqua. Ada hal jauh lebih penting dari historis itu Mimo, yaitu tujuan dari historis dan masa depan bumi. Sungguh itulah yang aku dapatkan dari perjalanan ke Danone Aqua, Jumat, 1 November 2019.

Kami diajak keliling ruangan produksi Danone Aqua. Ada ruang-ruang steril yang memang enggak boleh manusia masuk kecuali selain petugas yang sudah ditunjuk. Bahkan kalau level pimpinan ingin masuk harus mendapatkan izin ketat dari penanggung jawab ruangan produksi. Kemudian tour ditutup dengan perjalanan ke salah satu kelompok tani binaan Danone Aqua, yang diakhiri dengan acara makan-makan hasil olahan stroberi dalam bentuk kue, selai, es stroberi.

Mimo, terimakasih ya kamu sudah mau mendengarkan tulisanku, Mimo. Atau kalau kamu tidak mendengarkan dan membacanya, pura-pura saja Mimo. Pura-pura demi menyenangkan hatiku juga pahala, Mimo. Aku doakan pahala dan kebaikan mengalir untukmu. Selamat istirahat Mimo, kucingku tercinta nun jauh di pulau seberang.

Alizar Tanjung, 06/11/2019

#Danonopendoors#DanoneOpenDoorsIndonesia#alizartanjung

Published by Alizar Tanjung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *