Gaduah Pancasila

Subuah neniang alah tajadi parang dunia katigo antaro si Surti jo minah di sumuah kampuang. Antah apo nan alah nyo ribuak an di urang baduo ko. Mode kicau murai baranak tujuah urang ko. Pakak talingo urang sakampuang dibuaknyo. “Lai jaleh di Kau. Denai baarok nagari awak ko ha manjadi nagari pancasila, menggenduang nagara pancasila,” Surti…

(pil)(kada)

Saya ingat dengan baik. Bahkan sangat baik bagaimana dahulu saya dibesarkan dalam kondisi penuh dengan kada. Orang menyebutnya dengan kudis. Sebujur kepala saya penuh dengan kudis. Bau. Bernanah. Berdarah. Ada banyak lempengan tukaknya. Rambut saya berbingkah-bingkah bercampur dengan kudis. Lengket, gatal, nyeri, itu keseharian saya. Rupanya kata Abah dan Ibu saya jauh lebih sadis dari…

Pasar Lesu atau Tren Bergeser

Pagi, 6 September 2019, saya beranjak menuju Bandara International Minangkabau. Tujuan keberangkatan kali ini, Tanjung Pinang, Kota di mana mertua saya Martian Malik (almarhum) beserta adik ipar saya Novita Melinda Sari, menetap. Saya selalu saja membayangkan apa yang menarik dengan Tanjung Pinang hari ini. Meski itu kota domisili keluarga istri saya, saya belum pernah benar-benar…

PEREMPUAN BOKAL BERAMBUT PANJANG

“Rambut panjang yang diikat itu sama sekali tidak mengganggu totalitas pertunjukan,” ujar Halvika Padma yang sedang duduk di sisi kanan saya di baris kedua kursi Ruang Teater Tertutup Mursal Esten Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang, saat pertunjukan Bokal sedang berlangsung. “Tentu,” ujar saya, Alizar Tanjung, gaya rambut itu bisa saja ada pada setiap…

KADIN, SDM UNGGUL, INDONESIA PRODUKTIF: INDONESIA MENJELANG ESOK PAGI

Mimo, lama aku tidak ngobrol santai dengan kamu. Sebagai seekor kucing tentu bukan masalah bagi kamu. Kamu bisa saja tidur-tidur malas di ruang tamu kontrakan Rawasari, Cempaka Putih, sembari mendengarkan berita-berita politik, SDM, sosial, yang sangat harum dengan pertengkaran-pertengkaran yang penuh retorika. Mereka membicarakan tentang Indonesia di masa depan. Esok hari muncul berita di koran,…

CINTA YANG HANGAT

Hai, apa kabarmu. Semua baik-baik saja kan! Aku juga begitu. Di sini bunga sedang mekar. Perasaanku juga begitu. Aku melihat langit, aku melihat wajahmu. Aku melihat air, aku melihat kesejukan di hatimu. Aku melihat matahari, aku melihat kehangatan di matamu. Tidak terasa ya, padahal kita baru satu hari tidak bertemu. Baru sore kemarin kita saling…

Gizi Penduduk Bumi Timur

“Kenapa Tuan murung saja dari tadi. Saya perhatikan baik-baik mata Tuan, hanya badan tuan yang masih di altar ini, pikiran Tuan jauh melayang entah ke mana.” Kau suguhkan juga teh itu Isa. Kau rupanya memerhatikanku dari tadi. Sungguh aku tidak menyadari keberadaanmu. Hidangan itu susu dan roti gabin. “Bawa ke belakang lagi susu hangat itu,…

DANONE AQUA CERITA DARI BUMI

Mimo sudah lama aku tidak berkangen-kangen dengan kamu, Mimo. Sudah mendekati 8 bulan saja kita berpisah, semenjak dua pulau yang sama dipisahkan oleh pesawat keberangkatanku kembali ke Kota Padang. Aku pikir karena engkau hanyalah seekor kucing belang-belang hitam, engkau tidak bakal kangen sama aku. Dan aku sampai sekarang memang tidak tahu dengan pasti apa seekor…

Saya Capek Bertengkar Terus

“Hempaskan saja semuanya. Jika itu maumu. Kalau perlu bakar sekalian. Biar habis segala kenangan. Biar hangus segala perasaan baik. Tak perlu apa pun lagi yang diingat dalam hubungan ini. Cukup sampai di sini.” Natasya merangkul dua lutuknya. Menangkupkan kepala di antara dua lutup itu. Dia sungguh tidak ingin melihat seisi kamar. Punggungnya terasa sakit. Sudah…

Padang Bengkok

“Kenapa enggak Padang Bengkok saja?” “Saya kurang setuju.” “Kenapa enggak setuju. Nama Padang bengkok itu menarik. Sungguh. Benar-benar menarik. Mudah diingat. Sudah terkenal pula.” “Makan Padang Bengkok itu negatif. Kita sudah capek-capek menghapus stigma itu. Maksudnya anggapan orang luar terhadap orang Minang. Padang Bengkok itu sebutan untuk orang-orang dari tanah seberang terhadap para perantau Minang.”…