Bakumpuah-kumpuah Gadang

Mimo. Sedang apa kamu sore-sore manja ini, Mimo. Sekarang Magrib sudah masuk dan aku sedang mengetik di depan laptop dengan penerangan lampu seadanya. Maksudku lebih dari apa adanya. Di luar ayam sedang berkotek-kotek kecil mencari kandang. Suara azan dari jauh sudah terdengar. Kamu mungkin sedang tidur enak seperti biasanya dengan manjanya dengan ongkang-ongkang empat kakimu….

SELAMAT DATANG

“Selamat datang kepada kamu yang ditakdirkan dalam kehidupanku. Di sini aku menyambutmu dengan hati terbuka. Juga bersiap-siap untuk masa depan yang panjang.” “So sweet. Sikapmu yang begitu manis salah satu yang membuat aku melabuhkan hati kepadamu. Terus begitu ya.”

Hati yang Rapuh

Laut ini mengingatkan aku kepada telapak kakimu yang berlarian mengejarku dengan tawa yang riang. Aku pura-pura berlari kecil menjauh darimu, biar kamu mampu menjangkau tepian bajuku dari belakang. Kita bergulingan di atas pasir Pantai Padang. “Aku mencintaimu,” katamu. “Aku juga.” “Aku ingin merasakan bagaimana rasanya telur penyu,” katamu menunjuk pedagang keliling yang istirahat di bibir…