Dandelion

Dandelion aku pinjam namamu sebagai simbol dari segala perasaan yang berkumpul dalam kepalaku untuk waktu yang lama. Jauh lebih lama dari apa yang pernah aku bayangkan. Jauh lebih lama dari orang yang pertama kali jatuh di atas Bumi ini, kemudian melahirkan anak-anak yang berstatus laki-laki dan perempuan. Setiap status itu selalu menyimpan perasaan masing-masing. Dandelion,…

Bakumpuah-kumpuah Gadang

Mimo. Sedang apa kamu sore-sore manja ini, Mimo. Sekarang Magrib sudah masuk dan aku sedang mengetik di depan laptop dengan penerangan lampu seadanya. Maksudku lebih dari apa adanya. Di luar ayam sedang berkotek-kotek kecil mencari kandang. Suara azan dari jauh sudah terdengar. Kamu mungkin sedang tidur enak seperti biasanya dengan manjanya dengan ongkang-ongkang empat kakimu….

SELAMAT DATANG

“Selamat datang kepada kamu yang ditakdirkan dalam kehidupanku. Di sini aku menyambutmu dengan hati terbuka. Juga bersiap-siap untuk masa depan yang panjang.” “So sweet. Sikapmu yang begitu manis salah satu yang membuat aku melabuhkan hati kepadamu. Terus begitu ya.”

Silahkan Dicicipi Gulai Keladi

Malam Senin, 23 Desember, bulan sedang terang, nagari Tak Baru memanggilku datang, Isa. Aku ceritakan kepadamu biar jelas mana siang terang, lama yang gelap. Biar putus mana yang urat, biar jelas batas perhentian. “Aku bakal datang di antara dua malam, di Kamis malam, atau di senin malam. Menanam hantaran. Sebelum itu kita lanjutkan adalah baik,…

RAHASIA DARI DALAM

Malam Selasa, 24 Desember saat langit Muaro Aia masih belum ditumbuhi bintang-bintang. Dan udara tidak terlalu dingin. “Nasihat Uda kepada Malin. Tahajud, Malin. Aku sampaikan apa yang sudah aku lakukan. Percayalah Malin.” Aku dengarkan baik-baik apa yang beliau sampaikan Isa. Tentu Isa engkau tahu siapa yang aku maksud dengan ‘beliau’. An Ndekoh, saudara kandung Jo…

LAMA TAK JUMPA

Mimo, saat tulisan pendek ini aku tuliskan bertepatan dengan Sabtu, 22 Desember Desember, 17.13 WIB, waktu lubuh selasih. Pangkalan gorengan rutin setiap aku pulang kampung. Kalau kamu di sini bakal aku belikan kamu satu pisang goreng panas seharga dua ribu rupiah. Sayang sekali kamu tidak di sini. Dan aku bakal bercerita kepadamu. Kata orang setiap…

Hati yang Rapuh

Laut ini mengingatkan aku kepada telapak kakimu yang berlarian mengejarku dengan tawa yang riang. Aku pura-pura berlari kecil menjauh darimu, biar kamu mampu menjangkau tepian bajuku dari belakang. Kita bergulingan di atas pasir Pantai Padang. “Aku mencintaimu,” katamu. “Aku juga.” “Aku ingin merasakan bagaimana rasanya telur penyu,” katamu menunjuk pedagang keliling yang istirahat di bibir…

Ikan Gulai Ya

Minggu, 16 Desember dari langit Karangsadah “Abang jadi pagi ini pulang ke Padang!” Lagi-lagi telpon genggamku mengeluarkan nada bit. Pesan via WA baru saja masuk. Seseorang dari jarak 50 KM baru saja mengirimkan pesan. Segera aku ketikkan pesan balasan via WA. “Jadi Sayang.” Hanya butuh hitungan detik pesan balasan masuk. “Mau masak apa?” Ah, masak….

Mimo, Kucing Cantikku, Apakah Kamu Kekurangan Gizi?

Mimo, kucing cantikku apakah kamu kekurangan gizi di sana? Aku jauh di Padang. Kamu jauh di Jakarta. Kita dipisahkan jarak. Aku khawatir jarak ini bakal membuat kamu kekurangan gizi. Aku terlalu khawatir enggak paham tentang gizi. Bagaimana kalau tiba-tiba kamu kekurangan gizi? Dan aku tidak tahu apa-apa. Sebagai seekor kucing mungkin bakal bersedih. Mungkin kamu…

4 TAHUN INDONESIA KREATIF: ORANG-ORANG BAHAGIA

“La la la. La la la. La la la.” “Bahagia benar Tuan Pengarang. Apa gerangan yang membuat Tuan Pengarang sebahagia itu. Angin surga dari manakah yang datang, Tuan. Aku hidangkan teh buat Tuan, silahkan dinikmati. Teh Asli buatan Indonesia. Orang-orang Indonesia asli yang menanamnya. Aku pesan lewat Bukalapak. Cepat benar sampainya Tuan. Ada juga kopi…